Terapi Bermain untuk Anak Berkebutuhan Khusus Autis

Setiap anak pasti mempunyai keistimewaan masing-masing di dalam dirinya. Baik anak normal maupun anak berkebutuhan khusus (ABK). Keduanya harus memperoleh perhatian dan kasih saya yang sama besar dari orangtua dan orang-orang di dekatnya.

erlinahappyplay.com

Sampai sejauh ini masih ada anggapan jika anak berkebutuhan khusus dianggap berbeda dengan anak-anak lainnya. Hal itu disebabkan mereka tidak/kurang bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik. Namun, ketika anak-anak tersebut mendapatkan pendampingan yang baik dan memperoleh perhatian yang baik, tidak mustahui mereka bisa tumbuh dan berkembang secara normal laiknya anak-anak lainnya. Supaya anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh dan berkembang secara normal, diperlukan therapy anak ABK, yaitu terapi permainan.

Terapi permainan atau bermain adalah metode psikoterapi yang digunakan untuk membantu anak berkebutuhan khusus rentan usia 3 hingga 12 tahun supaya bisa mengekspresikan emosi, pikiran, dan perasaan mereka. Melalui metode ini, anak berkebutuhan khusus bisa mengembangkan perasaan empati, keterampilan, dan perilaku sehari-hari. Bahwa terapi bermain ini memiliki manfaat sebagai pendekatan orangutan guna mengajak buah hati berkomunikasi, mengembalikan kepercayaan diri sesudah trauma dan untuk merangsang kecerdasarn otak beserta kreativitasnya.

Terapi ini memungkinkan anak bisa bermain sesuka hati. Anda bisa menggunakan terapi ini di ruangan khusus untuk bermain, di mana buah hati bisa bebas memilih permainan yang disenanginya. Selain itu, di ruangan tersebut anak bisa bebas memilih permainan yang membuatnya merasa nyaman dan bebas berekspresi sebagai bentuk kreativitasnya. Alat kesenian, buku, musik, benda-benda kerajinan tangan dan alat permainan lain dapat digunakan untuk menggunakan terapi bermain. Dalam prosesnya, terapi bermain acap dilakukan selama 30 hingga 45 menit di setiap sesinya sejumlah 20 sensi. Selama anak bermain-main, diharapkan orangtua atau pengasuh serta psikolog dapat mengamati anak pengidap autis dan menggali informasi secara mendalam tentang kesukaan, karakter, dan perilaku anak.

Dengan terapi bermain ini diharapkan anak pengidap autis bisa mengalami perkembangan yang positif. Selain terapi bermain, peran orangtua dalam mengasuh pun berpengaruh. Oleh sebab itu, jangan sampai menghardik anak jika dia melakukan kesalahan.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *